SK MENKUMHAN NO. AHU : 0012865.AH.01.07 TAHUN , TANGGAL 31 AGUSTUS 2017

UPACARA PROKLAMASI KEMERDEKAAN R1 TAHUN 2014, DI TENGAH TAMBAK YANG TERKENA ABRASI PANTAI

BIOTA FOUNDATION, Pada hari Minggu, Tanggal 17 Agustus 2014 Jam 09.00 s/d 10.00 WIB. dan Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014

KEGIATAN TABUR BENIH IKAN BANDENG DI PERAIRAN PANTAI MANGUNHARJO TUGU BERSAMA GUBERNUR JATENG DAN WALIKOTA SEMARANG

BIOTA FOUNDATION : Pada hari rabu, tanggal 2 Juli 2014 Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang menabur 32 Ribu ekor bibit Bandeng di wilayah Perairan Pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Penaburan 32

Abrasi Matikan 166 Hektare Tambak

BIOTA FOUNDATION, Ganasnya abrasi pantai di Pesisir Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang menyebabkan 166 hektare tambak dikawasan tersebut tidak beroperasi, dari 236 hektare tambak yang masih produktif tinggal 95 hektare, sedangkan ratusan hektare tambak lainnya sudah mati,.

Kerusakan Mangrove di Kecamatan Tugu Kota Semarang

BIOTA FOUNDATION, pada Selasa tanggal 6 Maret 2012 Mulai jam 08.00 s/d 12.00 WIB, telah melakukan kegiatan pengechekan ke lapangan di pesisir pantai Mangkang Kulon, Mangunharjo, Mangkang Wetan dan Randu Garut Kecamatan Tugu Kota Semarang telah ditemukan beberapa spesies mangrove yang mati alias meninggal dunia di tengah laut dan pematang tambak. .

Pengadaan Benih Untuk Persemaian Mangrove

Benih yang dibutuhkan dari masing-masing benih benar-benar matang dan berkualitas bagus, musim pengumpulan benih yang berdasarkan fenologi masing-masing spesies merupakan masa puncak produksi cara pengumpulan benih dengan mengambil biji/buah atau mengumpulkan dari jatuhan.

Tampilkan postingan dengan label Mangrove. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mangrove. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 05, 2013

Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove Dalam Rangka Hari Bumi 2013 tgl. 21-22 april 2013 di Tempat Wisata Maerokoco PRPP Jawa Tengah

TOR PERINGATAN HARI BUMI TAHUN 2013
KEMAH BAKTI LINGKUNGAN DAN PENANAMAN MANGROVE
Pelajar, Mahasiswa, Kelompok Pecinta Lingkungan Se Jateng
Tanggal : 21 – 22 April 2013
Wisata Maerokoco Komplek PRPP Jawa Tengah

A. LATAR BELAKANG
Hari Bumi jatuh pada tanggal 22 April yang menandai hari di mana segenap umat di dunia memperingatinya sebagai bagian refleksi manusia untuk peduli terhadap lingkungan dan menyadarkan manusia untuk menjagakelestariannya. Memperingati Hari Bumi berarti memikirkan kelangsungan hidupnya, dan memikirkan bagaimana sumber daya bumi yang terbatas ini bisa menjamin kehidupan manusia serta kehidupan generasi mendatang.

Daerah pesisir pantai di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang dengan segala kompleksitasnya fenomena di dalamnya terutama mengenai abrasi telah menggugah perhatian publik untuk berupaya bersama-sama menyelematkannya. Dalam kondisi tersebut kami yang tergabung dalam BIOTA FOUNDATION, merasa terpanggil untuk melakukan tindakan aktif dan partisipatif dalam usaha membantu upaya pelestarian daerah pesisir Pantai Mangunharjo dan di kawasan komplek Maerokoco PRPP Semarang.


BIOTA FOUNDATION bekerja sama dengan Universitas Diponegoro Semarang berencana untuk melakukan kegiatan Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove di pantai pesisir dan pematang tambak Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang dan Kawasan Maerokoco PRPP Semarang. Kami berusaha untuk melibatkan semua komponen masyarakat setempat, relawan, pelajar, pramuka, mahasiswa dan kelompok pecinta lingkungan se Jawa Tengah.
B. TUJUAN KEGIATAN
1. Membantu upaya pelestarian lingkungan dan perlindungan daerah pesisir pantai
Kelurahan Mangunharjo dan Kawasan Maerokoco PRPP Semarang melalui kegiatan
peringatan Hari Bumi 2013.
2. Menarik perhatian media dan masyarakat lokal dalam rangka untuk memperingati
Hari Bumi.
3. Meningkatkan kepekaan masyarakat akan pentingnya berpartisipasi dalam
pelestarian lingkungan pesisir.
4. Mengembangkan semangat kerelawanan di kalangan para mahasiswa yang terlibat
langsung dalam kegiatan ini.

C. TEMA KEGIATAN
“ MENAMAN MANGROVE SELAMATKAN BUMI “

D. HASIL YANG DIHARAPKAN
1. Terciptanya suatu kegiatan yang bisa mendukung upaya pelestarian lingkungan
dan perlindungan daerah pesisir pantai Kelurahan Mangunharjo dan Kawasan
Maerokoco PRPP Semarang melalui kegiatan peringatan Hari Bumi Tahun 2013.
2. Masyarakat sadar dan partisipasi secara aktif dalam mendukung program
Pemerintah yang berhubungan dengan perlindungan dan pelestarian lingkungan
sekitar.
3. Tumbuhnya semangat kerelawanan di kalangan Pelajar, mahasiswa dan kelompok
pecinta lingkungan yang nantinya akan berdampak positif pada perlindungan dan
pelestarian lingkungan sebagai warisan budaya dunia.

E. TEMPAT DAN WAKTU KEGIATAN
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Hari : Minggu dan Senin
Tanggal : 21 & 22 April 2013
Jam : 13.00 WIB s/d Selesai
Tempat : Wisata Maerokoco Komplek PRPP Jawa Tengah
Jl. Anjasmoro Tawangsari Semarang

F. KETENTUAN PESERTA
a. Peserta adalah para Pelajar, Mahasiswa dan Kelompok Pecinta Lingkungan Se Jawa Tengah yang mendapat mandat dari pimpinan sekolah/Perguruan Tinggi/Lembaga untuk mengikuti Kegiatan Kemah Bakti Lingkungan
b. Peserta adalah beregu tiap regu berjumlah 10 Orang.
c. Sekolah/Universitas/Lembaga/Organisasi berhak mengirimkan wakilnya maksimal 2 Regu (Putra/Putri) Maksimal 20 Orang.
d. Peserta dibatasi sampai dengan 300 orang.

G. BIAYA PENDAFTARAN
Biaya Pendaftaran Peserta Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove sebesar Rp 110.000 Per Regu untuk 10 orang.

H. FASILITAS PESERTA
a. Kaos Kemah Bakti Lingkungan.
b. Sertifikat Kemah Bakti Lingkungan Tingkat Jawa Tengah.
c. Sarana MCK Umum
d. Disediakan layanan kesehatan.
e. Disediakan Makan selama 2 (Dua) kali dalam kegiatan Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove.
f. Disediakan parkir untuk kendaraan bermotor (Khusus Roda dua) Bagi yang menginap, dekat lokasi kemah bakti lingkungan di areal Maerokoco PRPP Jawa Tengah.

H. KEWAJIBAN PESERTA
a. Membawa surat mandat dari Sekolah/Perguruan Tinggi/Kelompok Pecinta Lingkungan dan lembaga se Jawa Tenga.,
b. Membawa tenda dan perlengkapan sendiri.
c. Membawa sarana transportasi sendiri.
d. Membawa keperluan selama mengikuti kegiatan.
d. Bersikap sopan pada saat pelaksanaan Kemah Bakti Lingkungan dan
Penanaman Mangrove.

I. TECHNICAL MEETING
Technical Meeting akan di selenggarakan pada :
Hari : Jum’at
Tanggal : 19 April 2013
Jam : 14.00 WIB
Tempat : Sekretariat BIOTA FOUNDATION
Jl. Laut Mangunharjo RT 03/I Tugu Kota Semarang.
Catatan : a. Menyerahkan daftar peserta dan surat mandat.
b. Menyerahkan Biaya Pendaftaran.
c. Penyerahan Kartu Peserta Kemah Bakti Lingkungan.

J. PENUTUP
Demikian Term Of References ini kami buat, untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh semua pihak yang terkait. Semoga kegiatan Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove ini dapat memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan di masa sekarang dan masa yang akan datang.


LAMPIRAN JADWAL KEGIATAN
Hari Minggu Tanggal : 21 April 2013
13.00 – 14.00 Peserta Datang, Registrasi Peserta ± 400 orang
14.00 - 15.30 Peserta mendirikan tenda sesuai nomor kapling
15.30 - 16.00 ISHOMA
16.00 - 17.45 Pembukaan Kemah Bakti Lingkungan dan Penanaman Mangrove oleh Prof. Dr. Sudharto. P. Hadi. MES
Dilanjutkan penanaman mangrove secara simbolis
17.45 – 18.15 ISHOMA
Makan malam di sediakan oleh Panitia
18.15 – 20.00 TALK SHOW
Dampak Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Dengan Penanaman Mangrove
Naras Sumber :
1. Prof. Dr. Sudharto. P. Hadi. MES (Rektor UNDIP)
2. Dr. Ir. Sri Puryono (Assisten II Setda Jateng)
3. Dr. Ir, Rudi Pribadi (Dosen FPIK UNDIP)
4. Ir. Djoko Soetrisno. Msi (Assisten III Setda Jateng)
5. Yunan Adytia (Djarum Foundation)
6. Sururi (Pengiat Mangrove Semarang)
Moderator
Dr. Ir. Agus Indarjo. M.Phil
20.00 – 22.00 Lomba Rangking 1
JUARA 1 : Piala Rektor UNDIP Semarang
JUARA 2 : Piala Assisten II Setda Jateng
JUARA 3 : Piala Assisten III setda Jateng
Setiap Regu. Wajib mengirimkan 2 orang peserta
22.00 – 24.00 Hiburan Bersama Band Jikustik dari Semarang
Dilanjutkan Pembacaan Puisi tentang hari bumi.


Hari Senin Tanggal 22 April 2013
06.00 – 08.00 Senam Pagi Bersama
08.00 – 09.00 Sarapan Pagi
Ditanggung oleh Peserta Kemah Bakti Lingkungan
Dan Penanaman Mangrove.
09.00 – 13.00 Penanaman Mangrove sebanyak 7.000 Batang
Di lokasi yang sudah ditentukan oleh Panitia
Kawasan Komplek Maerokoco PRPP Jawa Tengah
13.00 – 13.30 ISHOMA
Ditanggung oleh Peserta Kemah Bakti Lingkungan
Dan Penanaman Mangrove
13.30 – 14.00 Penutupan dan Penyerahan sertifikat


KOP SEKOLAH/PERGURUAN TINGGI/LEMBAGA
DAN KELOMPPOK PECINTA ALAM
SE JAWA TENGAH

CONTOH FORMULIR SURAT MANDAT
KESEDIAAN MENGIKUTI KEMAH BAKTI LINGKUNGAN
DAN PENANAMAN MANGROVE DALAM RANGKA
PERINGATAN HARI BUMI 2013

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan kesediaan perwakilan dari ........................................................ untuk mengikuti Kemah Bakt Lingkungan dan Penanaman Mangrove antar Pelajar, Mahasiswa dan Kelompok Pecinta Lingkungan Se Jawa Tengah pada tanggal 21-22 April 2013 di Wisata Maerokoco Komplek PRPP Jawa Tengah Jalan Anjasmoro Tawangsari Semarangl.

Nama Sekolah/Perguruan Tingg/Kelompok Pecinta Lingkungan/Lembaga :
…………………………………………………………………….……………………………
Alamat : …………………………………………………………………….…
..……………………………………………………………………...
Telp. /Fax. : …..……………………………………………………………………
E-mail : …………………………………………………………………………

Berikut adalah nama delegasi yang akan mengikuti kegiatan tersebut :
No Nama Jabatan Cp/Email



Demikian formulir ini kami isi dengan sebenar-benarnya.
Demi kelancaran kegiatan ini, kami bersedia untuk registrasi peserta dan serta mengikuti segala prosedur yang telah ditetapkan oleh BIOTA FOUNDATION


Semarang, ………………………………..
Pimpinan Sekolah/Perguruan Tinggi/Kelompok Pecinta Lingkungan
Dan Lembaga Se Jawa Tengah.



Tanda Tangan dan Cap Stempel


BAGI YANG BERMINAT BISA MENGHUBUNGI
ABDUL AZIZ 081904433174
SURURI 085640488162

LEWAT EMAIL : biotafoundation@yahoo.com

Minggu, Juli 22, 2012

Biota Foundation Melakukan Survey Lapangan Rencana Penanaman Mangrove Di Areal Unit UBP PT. Indonesia Power, Tambak Lorok, Semarang

 KEGIATAN SURVEY LAPANGAN
RENCANA PENANAMAN MANGROVE
DI AREAL UBP PT. INDONESIA POWER 
TAMBAK LOROK SEMARANG
PRESENTASI DI HADAPAN PIMPINAN PT. INDONESIA POWER
Permasalahan
  1. Komitmen lingkungan UBP PT. Indonesia Power Semarang adalah menghijaukan di area UBP PT. Indonesia Power Semarang seluas lebih kurang 33,8 Ha, tetapi belum semua lahan berhasil ditanami, antara lain banyak tanaman yang mengering dan akhirnya mati.
  2. Diindikasikan lahan yang belum berhasil ditanami dengan tanaman penghijauan tersebut, karena jenis  tanaman penghijauan tersebut misalnya ketapang, sawo kecik, bambu dan glodogan pecut tidak cocok dengan kondisi lahan, akibat intrusi air laut dan genangan rob sehingga air di sekitar lahan menjadi payau.
TEAM BIOTA FOU NDATION BERFOTO DI UNIT PEMBANGKITAN


Tujuan
Sesuai dengan skala prioritas kegiatan penanaman mangrove, kerjasama antara Biota Foundation dengan PT.Indonesia Power  adalah :
1)   Kegiatan Penanaman
Kegiatan penanaman mangrove yang telah terpilih dan sesuai dengan lahan di area UBP PT. Indonesia Power Semarang yaitu jenis tanaman yang tahan terhadap kondisi air payau dan tergenang, misalnya : Avecenia Sp. (Api-api); Bakau Rhizhopora Mucronata; Cemara Udang; dan Pohon Nyamplung.
LOKASI RENCANA PENANAMAN CEMARA UDANG 
2)   Kegiatan Perawatan
Kegiatan perawatan meliputi penggantian tanaman yang mati/rusak, mengamati tanaman yang terserang hama penyakit dan mengganti dan atau membasmi hama tanaman tersebut dengan anti hama yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (bahan anti hama organik).
3)   Kegiatan Pemberdayaan terhadap Masyarakat
Kegiatan pemberdayaan meliputi sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat buah mangrove sebagai salah satu sumber makanan alternatif yang telah mendapat sertifikasi dari Dinas Kesehatan Kota Semarang sebagai kategori Rumah Tangga, sehingga masyarakat dapat meningkatkan ekonominya
PERCOBAAN PENANAMAN MANGROVE DI AREAL UPB





Sasaran
Sasaran dari kegiatan ini adalah menghijaukan lahan terbuka pada area UBP PT. Indonesia Power Semarang, sedemikian sehingga tanaman penghijauan ini diharapkan dapat menyerap gas rumah kaca seperti SOx dan COx  yang ditimbulkan dari kegiatan industri dan transportasi dan kebisingan di sekitar lahan area UBP PT. Indonesia Power Semarang

TEAM BIOT A FOUNDATION  : ABDUL AZIZ. SURURI. EDY SUHARTONO & BUDDIN AL HAKIM

 TEAM BIOT.

Senin, April 23, 2012

Lima Ribu Mangrove Ditanam

SUARA MERDEKA 
SENIN,23 APRIL 2012 HAL 24 (TILIK KAMPUNG)

SEMARANG - Sebagai bentuk tanggung jawab untuk melestarikan lingkungan dan mendukung program Planet 21 Day 2012, Accor Indonesia mengumumkan program penanaman 10.000 pohon di seluruh Indonesia. Sebagai bagian dari program tersebut, seratus karyawan grup Accor area regional Jawa Tengah dan DIY menanam lima ribu bakau di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, baru-baru ini.

Para GM hotel yang bernaung di grup tersebut seperti Tatang Abdurachman (Ibis Semarang), Severine Krawec (Novotel Semarang), Thomas Colbert (Novotel Solo), HM Wibowo (Ibis Solo), Jessica Uekerman (Novotel Jogja), Novi Soesanto (Ibis Malioboro), Pascal Bellon (The Phoenix Jogja), dan Roni Martadinata (All Season Jogja) juga terlibat dalam penanaman.

Director of Human Resources Accor Malaysia-Indonesia-Singapura, Ade Noerwenda, dalam siaran pers menyatakan "Sejak 2007 para karyawan Accor selalu merayakan Hari Bumi 22 April dengan melaksanakan program sosial kemasyarakatan di bidang lingkungan. Mulai tahun ini, dengan diluncurkannya inisiatif Planet 21, pelaksanaan sosial kemasyarakatan di bidang lingkungan tersebut akan dilakukan setiap tanggal 21 April dan Earth Guest Day berubah nama menjadi Planet 21 Day. Namun tujuan utamanya sama, untuk menggalang kontribusi aktif karyawan guna melaksanakan komitmen di bidang lingkungan dengan dukungan dari pelanggan dan mitra Accor."

Acara lalu dimulai sekitar pukul 10.00. Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam dari Hotel Ibis, rombongan bersama beberapa awak pers tiba di Mangunharjo. Tak lama kemudian, seluruh karyawan yang datang, termasuk dari Solo dan Jogja, turun ke tambak untuk menanam mangrove. Mereka dibantu penduduk sekitar yang menjaga kawasan itu dari kerusakan.

Salah satuy warga, Sururi mengungkapkan, dulu abrasi di lingkungan sangat parah, bahkan mengancam permukiman. Namun berkat hutan bakau, ancaman akhirnya hilang. Jika sebelum ada mangrove, jarak garis pantai dengan rumah warga kurang dari satu kilometer. Saat ini,  jarak tersebut menjauh hingga mencapai dua kilometer. (Adhitia A-61)

Minggu, Maret 25, 2012

Biota Foundation Mendampingi Para Relawan Majlis Agama Budha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) Tanam 10.000 Mangrove di Pesisir Mangunharjo

BIOTA FOUNDATION, Pada tanggal 23 Maret 2012, telah mendampingi para relawan Majlis Agama Budha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) di bagian utara Jawa Tengah  dalam rangka Bakti Pelestarian bumi pertiwi dengan melakukan kegiatan penanaman 10.000 pohon mangrove untuk  menyukseskan program pelestarian lingkungan dan penanaman 1 milyar pohon di wilayah pesisir Mangunharjo Tugu Kota Semarang. Kegiatan Penanaman tersebut di ikuti sebanyak 300 orang, yang  dihadiri oleh Ibu Camelia Darmawan Perwakilan Pengurus MAGABUDHI Pusat.
Pimpinan Pengurus Daerah (PD) Pengurus Cabang (PC)  dan  para relawan MAGABUDHI (Majlis Agama Budha Theravada Indoneisa) di Bagian Pantura Jawa Tengah juga ikut  berpartisipasi dalam kegiatan penanaman tersebut antara lain PC Jepara sebanyak 30 Orang.  PC Temanggung sebanyak 80 Orang. PC Kabupaten Semarang 20 Orang, PC Kota Semarang 47 Orang, PC Kendal 9 Orang, PC Wonogiri 5 Orang, PAC Pedurungan 5 Orang, Sekolah Tinggi Agama Budha Syailendra 20 Orang dan BIOTA FOUNDATION 14 Orang (dikomadani oleh Bapak Sururi dan Abdul Aziz)
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 23 Maret 2012, mulai pk 09.00 pagi sampai dengan jam 12.00 WIB,  di Wilayah Pesisir Mangunharjo Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Hal ini diselenggarakan guna menyelamatkan pantai dari abrasi air laut, dan menahan hantaman gelombang air laut, serta memperbaiki ekosistem di pantai Semarang. Demikian pula kegiatan tersebut sebagai bukti nyata MAGABUDHI (Majlis Agama Budha Theravada Indonesia) turut serta dalam pelestarian lingkungan Pesisir




 

Minggu, Maret 11, 2012

Abrasi Matikan 166 Hektare Tambak

BIOTA FOUNDATION, Ganasnya abrasi pantai di Pesisir Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang  menyebabkan 166 hektare tambak  dikawasan  tersebut tidak beroperasi, dari 236 hektare tambak  yang masih produktif  tinggal 95 hektare, sedangkan ratusan hektare tambak lainnya sudah mati, matinya ratusan hektare tambak yang merupakan mata pencaharian andalan  menyebabkan ekonomi mereka semakin memprihatinkan, karena itu, mereka berharap ada penanganan pencegahan dan penanggulanan terhadap abrasi  supaya dapat menyelamatkan  tambak-tambgak yang masih produktif. Sejak terjadinya abrasi pantai di Pesisir Mangunharjo, kondisi tambak makin memprihatinkan , sehingga sebagaian besar tambak – tambak yang ada sekarang sudah dalam kondisi tidak produktif .


Abrasi pantai yang terjadi di pesisir Mangunharjo terjadi sepanjang 3,4 kilometer, untuk menangani abrasi tersebut pembuatan sabuk pantai dilakukan sampai saat ini  sudah mencapai 2,5 kilometer dan dibelakang pembangunan sabuk pantai sudah di tertanami mangrove untuk memperkuat bagunan sabuk pantai tersebut. Sehingga sekarang masih kurang 1 Kilometer lagi.

Meski penanaman mangrove sudah berjalan, tepi di menyayangkan kurangnya perhatian pemerintah dalam penanganan abrasi pantai ini, mengingat penanaman mangrove yang sudah dilakukan lebih banyak datang dari pihak-pihak di luar pemerintah, seperti PT. Djarum, melalui Djarum Trees For Life, para komunitas yang peduli lingkungan pesisir, Indonesia Internasional Work Camp (IIWC) PKBI Jawa Tengah dan  Universitas Diponegoro Semarang  yang selama ini secara bersama-sama  dengan BIOTA FOUNDATION  melakukan kegiatan penanaman mangrove di wilayah pesisir Mangunharjo.

Untuk menggalakan kegiatan penanaman, pada tanggal 4-5 Pebruari 2012  kami barusan mengadakan kegiatan kemah bakti lingkungan se jawa tengah bertepatan dengan HUT BIOTA FOUNDATION Ke. 5, sebelum diadakan kegiatan tersebut kami telah melakukan kegiatan penanaman bibit mangrove sebanyak 55.555 pohon di wilayah pesisir mangunharjo atas kerjasama dengan PT. DJARUM, melalui Djarum Trees For Life.  kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan keberadaan mangrove terhadap generasi muda dalam menyelamatkan abrasi pantai di Kota Semarang, Pada Kemah Bakti Lingkungan Se Jawa Tengah telah diikuti 413 orang dari berbagai utusan se jawa Tengah.

Jumat, Maret 09, 2012

Kerusakan Mangrove di Kecamatan Tugu Kota Semarang

BIOTA FOUNDATION, pada Selasa tanggal 6 Maret 2012 Mulai jam 08.00 s/d 12.00 WIB, telah melakukan kegiatan pengechekan ke lapangan di pesisir pantai  Mangkang Kulon, Mangunharjo, Mangkang Wetan dan Randu Garut Kecamatan Tugu Kota Semarang telah ditemukan beberapa spesies mangrove yang mati alias meninggal dunia di tengah laut dan pematang tambak.  
 
Kerusakan mangrove tersebut kemungkingan disebabkan oleh pengendapan yang berkelebihan sehingga akan merusak keberlangsungan kehidupan mangrove karena terjadinya penghambatan pertukaran air, hara dan udara dalam substrat dan air diatasnya. Bila proses pertukaran ini tidak berlangsung maka kematian mangrove akan terjadi dalam waktu singkat atau kemungkinan disebabkan pola arus pasang surut dan abrasi pantai. Tekanan pada mangrove yang terlihat pada penurunan produktivitas dan kemampuan

Untuk memastikan kematian mangrove BIOTA FOUNDATION telah menghubungi berbagai pakar  mangrove dari berbagai akademis untuk diadakan penelitian. apakah mangrove tersebut benar-benar mati karna penambangan mineral atau karna terjadinya air pasang surut dan abrasi pantai.

Rabu, Maret 07, 2012

Pengadaan Benih Untuk Persemaian Mangrove



A. PENGUMPULAN BENIH
Benih yang dibutuhkan dari masing-masing benih benar-benar matang dan berkualitas bagus, musim pengumpulan benih yang berdasarkan fenologi masing-masing spesies merupakan masa puncak produksi cara pengumpulan benih dengan mengambil biji/buah atau mengumpulkan dari jatuhan. Apabila mengambil dari pohon induknya jangan sampai merusak bunga dan biji yang masih muda.
B. SELEKSI DAN PENANGANAN BENIH
Seleksi benih dilakukan sesuai dengan karakteristik masing-masing jenis, secara umum seleksi yang dilakukan adalah buah dan biji matang, segar, utuh, warna cerah dan bebas dari hama.
Penanganan benih masing2  jenis juga berlainan. Penanganan benih yang paling rawan pada saat pengangkutan untuk jenis Rhizophora SP yang mempunyai bentuk biji pangjang (Propagul) pengangkutan dapat dilakukan dengan diikat 50-100 biji dalam satu ikatan, jangan sampai tudung tunas patah karena bila patah biji tidak dapat tumbuh. Sedang jenis yang lain cara penyusunan biji ke dalam satu tempat  juga harus hati-hati , dalam perjalanan jauh perlu diberi naungan dan dilakukan pembasahan air laut.
C. PENYIMPANAN BENIH 
Penyimpanan Benih tidak dapat dilakukan untuk jangka waktu yang lama di rekomendasikan penyimpanan benih  tidak lebih dari  10 hari, benih disimpan dalam tempat yang teduh dengan memberi naungan, disimpan dalam ember berisi air payau. Pada prinsipnya jangan sampai akar tumbuh sehingga  akan mempersulit waktu penanaman,
PERSEMAIAN MANGROVE DARI PROPAGUL

Penanaman Mangrove di Tepi Pantai

BIOTA FOUNDATION, Perlindungan pantai dari gerusan abrasi harus segera dilakukan, namun pelaksanaan secara teknis sering kali mengalami kesulitan, hal ini disebabkan mangrove yang baru di tanam yang belum mempunyai perakaran yang kokoh untuk menahan gempuran ombak telah lebih dulu rusak terhempas oleh gerusan ombak, sehingga untuk melakukan penanaman mangrove yang langsung di tepi pantai lebih sulit daripada dilokasi lain. Pada tepi pantai yang terletak di teluk karena kegiatan ombaknya lemah masih memungkinkan penanaman mangrove dilakukan dengan cara batang mangrove diikat dengan ajir bambu  yang di tancapkan didasar pantai.
PEMBANGUNAN SABUK PANTAI TAHUN 2011
PENANAMAN MANGROVE DI BELAKANG SABUK PANTAI
PENANAMAN MANGROVE BERUMUR 1,5 TAHUN
Namun lain halnya  dengan tepi pantai yang mempunyai ombak yang cukuk kuat untuk menerpa garis pantai hingga menimbulkan abrasi berat, untuk mengatasinya paling tidak ada dua cara yang dapat di lakukan, tentu dengan tambahan yang lebih besar. Biaya yang lebih besar digunakan  untuk membuat sarana peredam gemburan ombak, yaitu dengan membuat sabuk pantai atau apo (alat pemecah ombak)  

Selasa, Maret 06, 2012

Pemeliharaan Tanaman Mangrove

BIOTA FOUNDATION, Keberhasilan penanaman mangrove membutuhkan pemeliharaan yang tepat. Aktivitias ini  terutama di perlukan pada awal tahun penanaman. Praktek pemeliharaan yang dilakukan adalah penyiangan, penyulaman, penjarangan dan pengontorlan terhadap faktor perusak. 
KONSERVASI MANGROVE DI BELAKANG SABUK PANTAI





 1.  PENYIANGAN (WEDING)
Penyiangan dilakukan 2 kali dalam setahun, penyiangan tidak perlu dilakukan setelah tanaman mangrove mencapai tinggi 2 meter pada tingkat ini, tanaman mangrove tinggi dan cukup kuat untuk berkompetisi dalam pemanfaatan ruang dan cahaya matahari. Diareal penanaman mangrove yang agak tinggi, sehingga kurang intensif terkena air pasang biasanya cocok sebagai tempat tumbuh paku Acrostichum, oleh  karena itu apabila muncul jenis pakuan tersebut maka segera mungkin dibabat.
 2. PENYULAMAN
Penyulaman adalah penanaman semai mangrove untuk menggantikan tanaman yang mati, cara penyulamannya sama dengan penanamannya. penyulaman dilaksanakan sampai umur tiga bulan.

 3. PENJARANGAN
Penjarangan merupakan kegiatan penebangan sebagian pohon yang masih muda dengan maksud memberikan ruang tumbuh yang ideal bagi pohon lainnya, sehingga akan memperoleh tegakkan mangrove dengan kualitas yang lebih baik.

Rabu, Februari 15, 2012

Logo Biota Foundation Terbaru


BIOTA FOUNDATION, pada tanggal 5 Pebruari 2012, bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun ke. 5, dengan kegiatan KEMAH BAKTI LINGKUNGAN SE  JAWA TENGAH, di Pantai Wisata Ngebum Mororejo Kaliwungu Kendal telah meluncurkan logo terbaru, dengan harapan program kerja mendatang dapat berjalan dengan baik. 

Peluncuran logo baru dihadiri oleh komunitas pelajar, mahasiswa dan kelompok pecinta lingkungan se Jawa Tengah yang di kemas dalam kegiatan KEMAH BAKTI LINGKUNGAN dengan acara Malam keakraban besama band NASA DARI SALATIGA.

Senin, Februari 13, 2012

Perawatan Cemara Laut Di Pantai Wisata Ngebum Mororejo Kaliwungu Kendal

BIOTA FOUNDATION, Pada hari minggu, tanggal 12 Pebruari 2012  telah melakukan kegiatan pemeliharaan pohon cemara laut dengan memasang pagar pengaman terbuat dari jaring dan bambu bersama masyarakat setempat di pantai ngebum mororejo kaliwungu kendal sebagai tindak lanjut kegiatan KEMAH BAKTI LINGKUNGAN pada tanggal 4-5 Pebruari 2012 dalam rangka HUT BIOTA FOUNDATION KE. 5, dengan menanam 500 cemara laut, 200 nyamplung dan 50 glodokan pecut.



  
Kegiatan tersebut sebagai komitmen BIOTA FOUNDATION dalam merawat tanaman yang diberikan oleh DJARUM Trees For Life  dalam mendukung kegiatan pelestarian lingkungan pesisir  sehingga tanaman yang diberikan  kepada BIOTA FOUNDATION dan Masyarakat Ngebum Mororejo Kaliwungu Kendal dapat  diadakan perawatan sampai tumbuh dan berkembang dengan baik.

BUDAYAKAN GERAKAN MENANAM
YANG DI MULAI DARI DIRI KITA SENDIRI
SELAMAT BERJAUANG UNTUK LINGKUNGAN PESISIR KITA