BINA LINGKUNGAN, SOSIAL DAN KEMASYARAKATAN (BIOTA)

PEDULI LINGKUNGAN,SOSIAL, SUMBER DAYA ALAM DAN PEMBANGUNAN

UPACARA PROKLAMASI KEMERDEKAAN R1 TAHUN 2014, DI TENGAH TAMBAK YANG TERKENA ABRASI PANTAI

BIOTA FOUNDATION, Pada hari Minggu, Tanggal 17 Agustus 2014 Jam 09.00 s/d 10.00 WIB. dan Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014

KEGIATAN TABUR BENIH IKAN BANDENG DI PERAIRAN PANTAI MANGUNHARJO TUGU BERSAMA GUBERNUR JATENG DAN WALIKOTA SEMARANG

BIOTA FOUNDATION : Pada hari rabu, tanggal 2 Juli 2014 Gubernur Jawa Tengah dan Walikota Semarang menabur 32 Ribu ekor bibit Bandeng di wilayah Perairan Pantai Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Penaburan 32

Abrasi Matikan 166 Hektare Tambak

BIOTA FOUNDATION, Ganasnya abrasi pantai di Pesisir Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang menyebabkan 166 hektare tambak dikawasan tersebut tidak beroperasi, dari 236 hektare tambak yang masih produktif tinggal 95 hektare, sedangkan ratusan hektare tambak lainnya sudah mati,.

Kerusakan Mangrove di Kecamatan Tugu Kota Semarang

BIOTA FOUNDATION, pada Selasa tanggal 6 Maret 2012 Mulai jam 08.00 s/d 12.00 WIB, telah melakukan kegiatan pengechekan ke lapangan di pesisir pantai Mangkang Kulon, Mangunharjo, Mangkang Wetan dan Randu Garut Kecamatan Tugu Kota Semarang telah ditemukan beberapa spesies mangrove yang mati alias meninggal dunia di tengah laut dan pematang tambak. .

Pengadaan Benih Untuk Persemaian Mangrove

Benih yang dibutuhkan dari masing-masing benih benar-benar matang dan berkualitas bagus, musim pengumpulan benih yang berdasarkan fenologi masing-masing spesies merupakan masa puncak produksi cara pengumpulan benih dengan mengambil biji/buah atau mengumpulkan dari jatuhan.

Sabtu, Mei 20, 2017

ORMAS AWARD 2017, KATAGORI LINGKUNGAN HIDUP DI RAIH OLEH BIOTA FOUNDATION

Kota Semarang dalam hal ini Badan Kesbangpol memberikan penghargaan yang bertajuk “Ormas Award 2017” kepada 6 organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota yang ada di Kota Semarang. Ke enam organisasi tersebut dianggap telah berjasa mendedikasikan organisasinya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Turut hadir menyaksikan penyerahan penghargaan tersebut adalah Ketua FKSB (Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu) Arnaz Agung Andrarasmara, Direktur Ormas Kemendagri Laode Ahmad, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, dan juga GM Operasional LEPRID (Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia), Desi Dwianestia Putri.

“Saya ucapkan terima kasih pada FKSB dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Semarang yang telah menginisiasi penyelenggaraan ormas award untuk pertama kali di Indonesia. Hal-hal seperti ini memang kadang perlu kita kita lakukan untuk menambah motivasi kawan-kawan ormas di Kota semarang untuk berpacu dengan prestasi” tutur Walikota saat membuka acara tersebut di Hotel Aston. Selain itu dengan penghargaan ini organisasi kemasyarakatan dapat membantu dan mengawasi pemerintah manakala ada yang kurang dan salah dalam menjalankan pemerintahan.

Dikatakan Walikota, Kota Semarang dengan luas 373,7 km2 dan jumlah penduduk sekitar 1.6 juta jiwa memiliki permasalahan dan dinamika yang kompleks dan beraneka ragam maka tidak mungkin kalau hanya ditangani pemerintah sendiri “Maka dengan adanya award ini harapannya akan mendorong ormas-ormas di Kota Semarang untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan” tandasnya.

Ia pun berpesan agar award ini tetap terus dilaksanakan setiap tahunnya, dengan kategori/ klasifikasi yang beraneka macam dan indikator penilaian yang semakin lengkap. Setimpal yang dikatakan Walikota Hendrar Prihadi, Direktur Ormas Kemendagri, Laode Ahmad juga mengapresiasi award ini. Dari 514 kabupaten/ Kota di Indonesia baru Kota Semarang yang bisa mengadakan award ini. “Ke depannya semoga virus yang positif ini bisa menular ke Kabupaten/Kota lain di Indonesia untuk kemudian mengadakan acara yang sama” urainya.

 

 Ormas Award adalah wahana pemberian penghargaan oleh Pemerintah kepada Organisani Kemasyarakatan yang telah mampu memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Rangkaian kegiatan Ormas Award telah diawali dengan pendaftaran, interview, pembekalan dan penilaian oleh Tim Independent. Hasil penilaian akan memunculkan enam organisasi dengan kinerja pelayanan publik terbaik bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, lingkungan hidup, sosial kemasyarakatan dan Ekonomi UKM.

Pemenang untuk masing-masing kategori adalah di bidang kategori lingkungan hidup diberikan kepada Biota Foundation atas dedikasinya terhadap pelayanan pengembangan dan pelestarian kawasan pesisir.


Rabu, April 26, 2017

PERINGATAN HARI BUMI TAHUN 2017 TANAM 15.000 BIBIT MANGROVE

BIOTA FOUNDATION :  Peringatan Hari Bumi 2017, BIOTA FOUNDATION bekerja sama dengan BAKOPPAK, Taman 15.000 bibit Mangrove, kegiatan di fokuskan di belakang pembangunan sabuk pantai Di Pesisir Pantai Desa Mororejo Kaliwungu Kendal, Kegiatan ini diikuti sekitar 200 orang, yang terdiri dari perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kendal, Dinas Lingkungan Hidup Kendal, MUSPIKA Kaliwungu, Pemerintah Desa Mororejo. KNPI dan Tamu Undangan yamg tidak bisa kami sebutkan satu persatu serta para relawan Pecinta Alam serta komunitas peduli lingkungan di Kendal, kegiatan ini di mulai dengan kegiatan siremony dan sambutan-sambutan dilanjutkan ke lokasi penanaman mangrove.................... SELAMAT HARI BUMI SEMOGA APA YANG KAWAN2 LAKUKAN DAPAT BERMANFAAT UNTUK ANAK CUCU KITA...................







SEJARAH HARI BUMI 

Info Astronomy - Setiap tahun, tanggal 22 April diperingati sebagai Hari Bumi, yang juga menandai hari lahirnya gerakan lingkungan modern pada tahun 1970. Apa yang bisa kita lakukan di Hari Bumi ini?

Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang dihuninya saat ini, yaitu Bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Nelson adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup.

Gagasan tentang peringatan Hari Bumi mulai disampaikan oleh Nelson sejak tahun 1969. Saat itu Nelson memandang perlunya isu-isu lingkungan hidup untuk masuk dalam kurikulum resmi perguruan tinggi. Gagasan ini kemudian mendapat dukungan luas.

Dukungan terhadap Nelson lantas mencapai puncaknya pada tanggal 22 April 1970. Saat itu, sejarah mencatat 20 juta orang, menurut majalah TIME, turun ke jalan, berdemonstrasi dan memadati Fifth Avenue di New York, AS untuk mengecam para perusak lingkungan Bumi.

Momen demonstrasi besar-besaran tersebut kemudian menjadi tonggak sejarah diperingatinya Hari Bumi yang pertama kali. Sejak itu, pada tanggal 22 April setiap tahunnya, Hari Bumi diperingati secara internasional di seluruh negara.

Hari Bumi merupakan kampanye untuk mengajak orang peduli terhadap lingkungan hidup. Hari Bumi telah menjadi sebuah gerakan global yang mendunia hingga kini. Pelaksanaannya di seluruh dunia dikordinasi oleh Earth Day Network’s, sebuah organisasi nirlaba beraggotakan berbagai LSM di seluruh dunia.

Di Indonesia sendiri, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni.

Namun, pada dasarnya memang tidak terdapat banyak perbedaan antara Hari Bumi dengan Hari Lingkungan Sedunia, kita sama-sama diajak untuk sadar bahwa planet yang kita huni ini mulai rusak dan harus dijaga dengan baik kelestariannya. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.

Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup di Bumi seharusnya sudah ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masayarakat umum.

Jadi, mari manfaatkan momentum Hari Bumi ini untuk mulai melakukan hal-hal yang bisa merawat lingkungan. Dimulai dari hal kecil saja; mengelola sampah dengan tidak membuangnya asal-asalan. Untuk apa merawat Bumi? Untuk kita.

Selamat Hari Bumi.

Selasa, April 11, 2017

PEMBEKALAN PESERTA ORMAS AWARD TAHUN 2017

BIOTA FOUNDATION, mengikuti pembekalan ORMAS AWARD TAHUN 2017 yang di selenggarakan oleh Kesatuang Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kota Semarang yang bekerja sama dengan Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB), yang di selenggarakan pada tanggal    31 Maret 2017 dan 1 April 2017 di Ballroom Hotel Nugraha Wisata Jl. Bandungan Sumowono KM 1 Bandungan Kabupaten Semarang. kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan Pemerintah Kota Semarang kepada Organisasi Kemasyarakatan yang telah mampu memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Salah satu kegiatan ORMAS AWARD 2017. adalah pembekalan peserta tentang pengembangan manajemen organisasi kemasyarakatan, kegiatan ini di buka secara langsung oleh Kaban Kesbangpol Kota Semarang di lanjutkan dengan beberapa materi yang di sampaikan oleh Kesbongpol dan Yayasan PIRAC Jakarta, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari.



adapun materi hari pertama tanggal 31 Maret 2017 yang di sampaikan dalam pembekalan Ormas Award antara lain : Pengantar Ormas Award 2017 (Kesbangpol), Metode dan mekanisme penilaian ormas award (Konsultan), Penjelasan Alur Pelatihan (Yayasan PIRAC), Konsep Dasar Pengembangan organisasi (Yaysan PIRAC), Manajemen sistem informasi dan praktek pembuatan sistem informasi (Yayasan PIRAC).

Hari Kedua Tanggal 01 April 2017,  Manajemen dan perencanaan program (Yayasan PIRAC), Promosi dan kampanye publik organisasi (Yayasan PIRAC), Teknik evaluasi dan peninjauan kembali (Yayasan PIRAC), Reviev hasil, evaluasi dan penutupan (Yayasan PIRAC), 


Kegiatan pembekalan ormas award tahun 2017 Kesbangpol Kota Semarang  secara resmi ditutup pada pukul 12.00 WIUB, oleh Sekretaris Kaban Kesbangpol secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan baik untuk memotivator bagi para peserta dalam mengiktui kegiatan pembelakan ormas award 2017. 

Kamis, Februari 23, 2017

PERINGATAN HARI SAMPAH TAHUN 2017 BERSAMA KKN MAHASISWA UPGRIS SEMARANG

BIOTA FOUNDATION – Bersama KKN Mahasiswa Unversitas PGRI Semarang, RPM Comunity, Bakoppak, dan perwakilan dari Pemerintah Desa Mororejo (Pak Carik) menggelar aksi bersih lingkungan, Selasa (19/2) pagi. Aksi dengan nama Gerakan Bersih pantai dan perawatan pohon  ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.Dimulai pukul 14.00 Siang. Gerakan Bersih perawatan tanaman cemara laut ini menyasar tiga titik lokasi. Yakni sebelah barat menara pengawas, pantai wisata ngebum dan belakang portal pantai ngebum. Mereka yang ambil bagian dalam kegiatan ini dibagi dalam tiga kelompok. Sebagian tim perawatan pohon, pembersihan pantai dan pemasangan spanduk larangan membuang sampah di pantai.
Tak hanya membersihkan sampah, Relawan Pantai Ngebum dan Bakoppak  juga memasang dua plang peringatan di tengah laut. Plang tersebut berisikan imbauan ke masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan pantai serta sanksi hukum bagi mereka yang melakukan pencemaran. Kemudian, dalam aksi tersebut juga dilakukan perawatan pohon dan penggantian pohon yang mati.
Gerakan KKN Mahasiswa KKN Universitas PGRI bersama Biota Foundation, relawan dan Bakoppak ini dilaksanakan dalam rangka memperingati HPSN 2017. Ia berharap melalui gerakan tersebut dapat mengajak sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mewujudkan pantai wisata ngebum yang bersih, sejuk dan nyaman. Kami juga memasang plang peringatan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di pantai maupun di laut maupun di lingkungan sekitar dan himbauan untuk tidak mandi di pantai melewati batas aman.   “Selain membuat lingkungan menjadi segar dan enak dipandang, kebersihan juga menjadikan hidup masyarakat sehat, terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Jika lingkungan sekitar kita sudah bersih, bibit penyakit juga tidak bisa berkembang,” 
Oleh karena itu, melalui aksi bersama ini, diharapkan, dapat menjadi media edukasi sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk senantiasa hidup bersih dan peduli terhadap lingkungannya. pihaknya tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Kita minta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan apalagi di sungai. Kami sudah menyiapkan kontainer maupun tong sampah di setiap sudut lokasi pantai wisata ngebum. Selain itu, kurangi penggunaan kantong plastik, sebab plastik sulit terurai di dalam tanah. Penguraian plastik bisa sampai ratusan tahun,” jelasnya.

Jumat, Desember 30, 2016

PERUBAHAN LOGO BARU TERHITUNG MULAI TANGGAL 1 JANUARI 2017


LOGO BIOTA FOUNDATION TERBARU

Logo memiliki peran yang sentral dalam mengkomunikasikan nilai-nilai lembaga swadaya masyarakat BIOTA FOUNDATION. Oleh karena itu, ketika nilai-nilai tersebut sudah tidak dapat dikedepankan oleh logo tersebut, mau tidak mau harus diganti. Akhirnya, dalam waktu 4  (empat) bulan, waktu yang sebenarnya cukup singkat, untuk mengambil tindakan pergantian ini.
Selalu saja yang namanya “baru” menyimpan sebuah optimisme ke depan. Demikian pula dengan penggantian logo lembaga swadaya masyarakat BIOTA FOUNDATION, terasa ada semangat baru yang ingin dikedepankan. Tidak hanya sign board, kop surat atau tanda-tanda lembaga lain yang baru. Visi Lembaga Swadaya Masyarakat pun ikut diubah seiring dengan pergantian tersebut.


Cermin dari pembaharuan itu terlihat dari komponen-komponen logo tersebut seperti warna, bentuk, dan tulisan. Meski banyak orang yang tidak menyadari hubungan antara komponen logo tersebut dengan semangat baru lembaga swadaya masyarakat BIOTA FOUNDATION, namun kenyataannya sebuah logo seringkali merangsang penglihatan kita untuk mencari tahu apa yang ada di balik logo tersebut. 

BINTANG WARNA EMAS
Mengutamakan ketaqwaan dan keimanan berdasarkan ketuhanan Yang Maha Esa.
LINGKARAN WARNA MERAH
Melambangkan ketekadan bulat dalam memajukan organisasi dalam pengabdian kepada masyarakat  yang di landasi  kemurnian dan keberanian bagi  kepentingan rakyat dalam menjaga  lingkungan dan sumber alam dari kerusakan yang sebabkan oleh ulah manusia.
DUA TANGAN MENENGADAH
Melambangkan penuh keterbukaan menjalin kerjasama dari berbagai pihak demi kemajuan LSM BIOTA FOUNDATION dan semangat pantang menyerah, kerja keras untuk mengapai kemakmuran dan kesuksesan.
GAMBAR BUMI
BIOTA FOUNDATION berkomitmen untuk menjaga dan menyelamatkan bumi dan segala bentuk kerusakan dan ancaman yang ada.
DAUN HIJAU
BIOTA FOUNDATION akan selalu menanamkan jiwa kepedulian terhadap lingkungan dan cinta sumber daya alam kepada generasi-generasi penerus yang selalu mau dan mampu untuk menjaga keseimbangan hidup antara manusia, lingkungan dan alam.
WARNA HIJAU DAUN
Melambangkan alam, kesejukan, keberuntungan dan kesehatan.
WARNA BIRU
Keiklasan dan harapan melambangkan keadaan semula jadi seperti pokok, hutan, kehidupan, kestabilan, kedamaian dan kerukunan lebih suka bersosial dan berkomunikasi dengan banyak orang.

Itulah arti dari lambang BIOTA FOUNDATION semoga di tahun-tahun berikutnya akan bermanfaat bagi pengabdian kepada negeri tercinta Indonesia khususnya di bidang pengabdian lingkungan dan sumber daya alam. 















PENANAMAN 3.000 BIBIT MANGROVE BERSAMA RELAWAN MANCA NEGARA DI PESISIR KOTA SEMARANG

BIOTA FOUNDATION : Kegiatan Penanaman 3.000 Pohon Mangrove ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga hutan mangrove di pesisir Kota Semarang yang kini tidak luput dari permasalahan lingkungan. Akibat pengelolaan yang buruk, ekosistem hutan mangrove di pesisir pantai terancam punah sehingga akan mempercepat proses abrasi pantai dan dalam beberapa tahun kedepan. Hutan mangrove mempunyai definisi sebagai hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak di garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut tepatnya di daerah pantai dan sekitar muara sungai, sehingga tumbuhan yang hidup di hutan mangrove bersifat unik karena merupakan gabungan dari ciri-ciri tumbuhan yang hidup di darat dan di laut.



Tujuan dari penanaman 3.000 pohon mangrove ini guna untuk meningkatkan kualitas Ruang Terbuka Hijau khususnya kawasan mangrove yang belum terehabilitasi di pesisir Kota Semarang Bagian Barat. Selain itu, hutan mangrove juga merupakan habitat alami berbagai biota laut. Seperti udang, berbagai jenis ikan dan sejenisnya. Karenanya, sangat keliru jika ada yang dengan sengaja menebang hutan mangrove untuk tujuan memperluas tambak mereka. Karena, tindakan tersebut dapat merusak kelestarian biota-biota laut.




Kegiatan Penanaman 3.000 Pohon Mangrove di Pesisir Kota Semarang ini diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung yaitu menghijaukan pesisir pantai dan memberikan dampak positif bagi kelangsungan fungsi ekosistem biotik maupun abiotik yang menjadi prioritas utama bagi terselengaranya kegiatan ini.

Jumat, Desember 16, 2016

PENANAMAN CEMARA LAUT BERSAMA BIKONSPALA UNNES SEMARANG

BIOTA FOUNDATION :  Telah melakukan kegiatan pendampingan dan penanaman cemara laut  bersama mahasiswa UNNES SEMARANG  yang tergabung dalam komunitas BIKONSPALA di pantai ngebum desa mororejo kaliwungu kendal, selain kegiatan penanaman, bersih pantai dan diskusi, kegiatan tersebut di hadiri oleh Staf  Pemerintah Desa Mororejo. adapun tema kegiatan yang diusung adalah : "ATM 2016 BIKONSPALA UNNES SEMARANG" 

DOKUMENTASI KEGIATAN 

Mari selamatkan pantai kita, yang di mulai dari diri kita sendiri, siapa lagi kalau bukan kita.